Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

Bisnis · 7 Okt 2022 06:30 WIB ·

Pemerintah Sudah Peringatkan Kami Gerak Cepat


 Pemerintah Sudah Peringatkan Kami Gerak Cepat Perbesar

CurahMedia.com – Pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik terus dikebut. Chairman of the Board & Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson menyebutkan, peleburan tembaga tersebut bakal rampung pada 2024.

Richard memastikan, seusai pembangunan di Gresik selesai, akan dibangun lagi di Papua. “Saat ini pemerintah sudah kami untuk gerak cepat,” katanya saat memberikan orasi ilmiah Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal di Universitas Cenderawasih, Papua, Rabu (6/10).

Richard menjelaskan, awalnya PTFI berencana merampungkan pembangunan smelter di Gresik pada 2023. Namun, pandemi Covid-19 membuat proyek tersebut molor. Ditambah lagi, ada perubahan rantai suplai di dunia yang turut membuat maju mundur.

“Kita sudah 40 persen komplet, kita akan selesai pada tahun 2024. Di masa depan, akan ada peluang kami untuk membangun fasilitas industri, fasilitas kelistrikan untuk mendukung pengembangan industri di Papua. Kami berkomitmen untuk melakukan itu,” urainya.

Smelter PTFI di JIIPE Gresik, Jawa Timur, akan menjadi smelter garis tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas produksi pengolahan tembaga hingga 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Freeport akan menambah kapasitas smelter tembaga pertama, PT Smelting, yang juga berada di Gresik dari produksi 1 juta ton menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun. Serta, akan ada fasilitas pemurnian logam mulia sebesar 6.000 ton per tahun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menambahkan, pemerintah memastikan rencana pembangunan peleburan itu akan meningkatkan nilai tambah dan hilirisasi. Dampaknya tentu bisa bermanfaat bagi masyarakat lokal.

“Smelter ini bentuk identitas, marwah Papua dalam konteks pengelolaan atau hilirisasi tambang, saya dapat memahami perasaan teman-teman di sini,” jelasnya pada kesempatan yang sama.

Dia menambahkan, PTFI juga harus optimal dalam melibatkan anak-anak Papua. Bahlil mengajak masyarakat Bumi Cenderawasih bisa meningkatkan kualitas dengan terlibat dalam bisnis PTFI di Papua.

Dalam kesempatan kemarin, PTFI juga membangun sebuah gedung sains dan kemitraan di Universitas Cenderawasih (Uncen). Nanti gedung itu digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknik, khususnya pertambangan.

Selain membangun sebuah gedung sains, PTFI akan melakukan penelitian bersama dengan Uncen. “Akan ada penelitian bersama senilai Rp 1,5 miliar, semoga setelah ini PTFI bersama Uncen bisa bahu-membahu membangun Papua untuk Indonesia jaya,” kata Presdir PTFI Tony Wenas.

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

3 Desember 2022 - 06:35 WIB

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

3 Desember 2022 - 00:13 WIB

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

Pengawasan Terintegrasi Diperkuat, Pakar Singgung RUU P2SK

2 Desember 2022 - 22:11 WIB

Asosiasi Pialang Asuransi Dukung Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

2 Desember 2022 - 21:11 WIB

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

2 Desember 2022 - 20:09 WIB

Wanti-wanti Menkeu: Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius

2 Desember 2022 - 19:21 WIB

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius
Trending di Berita