Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

Bisnis · 7 Okt 2022 04:26 WIB ·

Harga Minyak Mentah Naik di Tengah Kekecewaan AS akan Keputusan OPEC+


 Harga Minyak Mentah Naik di Tengah Kekecewaan AS akan Keputusan OPEC+ Perbesar

CurahMedia.com – Harga minyak mentah dunia naik sekitar 1 persen pada Kamis (6/10). Kenaikan harga minyak ini masih disebabkan kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC+ untuk produksi hingga 2 juta barel per hari.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent naik 1,1 persen atau USD 1,05 menjadi USD 94,42 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertahan USD 88,45 per barel setelah ditutup naik 1,4 persen pada hari Rabu (5/10).

Wakil Presiden Senior di Rystad Energy, Jorge Leon, memprediksi bahwa harga minyak mentah semakin melesat pada akhir tahun nanti. Hal itu disebabkan dampak dari kenaikan harga-harga yang diumumkan secara signifikan.

“Pada Desember tahun ini, Brent akan mencapai lebih dari USD 100 per barel, naik dari permintaan kami sebelumnya sebesar USD 89,” kata Jorge Leon.

Bahkan, Goldman Sachs memprediksi kenaikan Brent pada akhir tahun akan mencapai USD 104 per barel dari sebelumnya diproyeksi USD 99 per barel. Kenaikan juga diprediksi masih akan terjadi pada tahun 2023 yang mencapai USD 110-USD 108 per barel.

Sedangkan Bank AS memperkirakan kenaikan harga Brent pada kuartal keempat 2022 dan kuartal pertama 2023 masing-masing sebesar USD 10 per barel USD 110 dan USD 115 per barel.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyatakan mengecewakannya atas rencana OPEC+ dan mengatakan Amerika Serikat sedang mencari cara untuk menjaga harga agar tidak naik. “Ada banyak alternatif. Kami belum memutuskan,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Biden telah mengarahkan Departemen Energi untuk melepaskan 10 juta barel lagi dari Cadangan Minyak Strategis bulan depan.

Bersamaan dengan keputusan pemangkasan produksi di Wina, pada Rabu (5/10) kemarin, Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan, pengurangan pasokan dari negaranya berkisar 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari. Sedangkan, bagian Arab Saudi sekitar 500.000 barel per hari.

Redaktur : Estu Suryowati

Wartawan : R. Nurul Fitriana Putri

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

3 Desember 2022 - 06:35 WIB

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

3 Desember 2022 - 00:13 WIB

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

Pengawasan Terintegrasi Diperkuat, Pakar Singgung RUU P2SK

2 Desember 2022 - 22:11 WIB

Asosiasi Pialang Asuransi Dukung Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

2 Desember 2022 - 21:11 WIB

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

2 Desember 2022 - 20:09 WIB

Wanti-wanti Menkeu: Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius

2 Desember 2022 - 19:21 WIB

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius
Trending di Berita