Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

Kasuistika · 24 Sep 2022 00:16 WIB ·

Soal Sakit Dalam Kasus Hukum, Ini Kata Pakar Psikologi Forensik


 Soal Sakit Dalam Kasus Hukum, Ini Kata Pakar Psikologi Forensik Perbesar

CurahMedia.com–Dalam pekan ini, ada tiga kasus hukum yang orang-orang terkait di dalamnya disebut-sebut sakit. Ada kepala daerah, LE. Wanita emas, MHM; dan AKBP AR.

Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, berdasarkan informasi yang didapat, LE, kata dokternya, stroke sejak 2015. Lalu bagaimana kebijakan-kebijakan yang dia hasilkan sebagai kepala daerah?

”Coba cek ulang hasil pemeriksaan RSUD Dok II Jayapura pada 11 Januari 2018, lalu periksa rekomendasi KPU Papua berdasarkan hasil cek medis LE itu. Kalau LE saat itu sudah diketahui mengalami stroke, apalagi sampai tidak bisa bicara, RSUD dan KPU patut dimintai pertanggungjawabannya,” ucap Reza.

Terkait MHM, lanjut Reza, Kejaksaan Agung sudah paten betul. Tidak mudah percaya pada klaim.

”Semoga JPU nanti menjadikan berpura-pura-nya MHM sebagai alasan untuk menuntut MHM dengan hukuman lebih berat lagi,” papar Reza.

Kalau AKBP AR disebut sebagai saksi kunci, Reza mempertanyakan, sebenarnya apa maknanya? Apakah sebagai saksi yang sangat potensial untuk membuktikan kesalahan Brigjen H? Atau justru sebagai saksi yang akan meringankan Brigjen H?

”Kalau AKBP AR adalah saksi kunci yang meringankan, sidang etik nanti bisa saja menghasilkan putusan antiklimaks atas diri Brigjen HK. Bahkan mungkin berikutnya juga berdampak terhadap Irjen FS. Itu semua sangat kontras dengan prediksi dan ekspektasi masyarakat,” terang Reza.

Sisi lain, menurut Reza, AKBP AR disebut-sebut sedang sakit serius. masyarakat juga bertanya-tanya ihwal kebenaran sakitnya AKBP AR.

”Maaf kata karena belum lama ini, masyarakat juga disodori simpulan Komnas HAM dan Komnas Perempuan bahwa PC diduga kuat mengalami kekerasan seksual dan mengalami guncangan jiwa, masuk akal kalau sekarang masyarakat tidak percaya,” ucap Reza.

Dia menambahkan, sakitnya AKBP AR tidak berada dalam konteks klinis, melainkan dalam konteks forensik.

”Artinya, kepentingan kita bukan pada sembuh atau sakitnya AKBP AR, melainkan seberapa jauh kondisi AKBP AR itu berpengaruh terhadap kelanjutan atau mandeknya proses hukum Brigjen H dan AKBP AR sendiri. Jadi, ini merupakan isu publik, bukan isu tentang kerahasiaan medis pribadi,” terang Reza.

Karena itu, dia menambahkan, Polri perlu menyampaikan kepada publik AKBP sakit apa, seserius apa kondisinya, dan apakah penyakitnya muncul secara alami atau karena diinduksi. Polri juga perlu melibatkan dokter lain untuk kasih pendapat kedua.

”Polri juga harus menjelaskan tentang nasib kasus Brigjen HK jika AK BP tidak kunjung hadir di persidangan,” papar Reza.

Redaktur : Latu Ratri Mubyarsah

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Melawat ke Australia, AHY Bertukar Pendapat dengan Para Akademisi

1 Desember 2022 - 16:46 WIB

Melawat ke Australia, AHY Bertukar Pendapat dengan Para Akademisi

Bupati Bangkalan Tersangka Korupsi Tapi Tak Ditahan, Ini Kata Firli

1 Desember 2022 - 15:45 WIB

Bupati Bangkalan Tersangka Korupsi Tapi Tak Ditahan, Ini Kata Firli

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

1 Desember 2022 - 14:44 WIB

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

1 Desember 2022 - 13:44 WIB

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

1 Desember 2022 - 12:42 WIB

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku

1 Desember 2022 - 11:41 WIB

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku
Trending di lspr

Sorry. No data so far.