Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

bi rate · 23 Sep 2022 09:32 WIB ·

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps, Begini Tanggapan Sri Mulyani


 BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps, Begini Tanggapan Sri Mulyani Perbesar

Curah Media.com – Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons tentang keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada Kamis (23/9) kemarin. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan pilihan tepat untuk menghadapi kondisi ekonomi di tengah gejolak global ditengah kenaikan suku bunga The Fed.

“BI pasti tahu apa yang akan dilakukan,” kata Sri Mulyani ditemui di Gedung Dhanapala KementeriaN Keuangan, Jakarta.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo hal ini dilakukan sebagai langkah awal, pre-emptive, dan forward looking dalam menurunkan ekspektasi inflasi dan inflasi inti.

“Untuk memastikan inflasi kembali ke kisaran sasaran, yaitu 3 persen plus minus 1 persen pada paruh kedua tahun 2023,” tutur Perry saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/9).

Selain mengerek suku bunga acuan, BI juga menaikkan suku bunga menjadi deposit facility sebesar 50 bps 3,5 persen dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 5 persen.

Tak hanya untuk menganggap inflasi, Perry menyebut peningkatan suku bunga acuan ini dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya. Apa yang terjadi saat ini Indonesia masih berada pada ketidakpastian pasar keuangan global.

“Plus, sudah ada peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,” tambah Perry.

Lebih lanjut, BI memastikan akan tetap memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional dengan berbagai kebijakan bauran.

Antara lain, memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai bagian untuk pengendalian inflasi dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Wartawan : R. Nurul Fitriana Putri

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

3 Desember 2022 - 06:35 WIB

Koalisi G7 Sepakat Patok Harga Minyak Rusia $60 per Barel

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

3 Desember 2022 - 00:13 WIB

Penghargaan BUMN Terbaik PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia 2022

Pengawasan Terintegrasi Diperkuat, Pakar Singgung RUU P2SK

2 Desember 2022 - 22:11 WIB

Asosiasi Pialang Asuransi Dukung Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

2 Desember 2022 - 21:11 WIB

Transformasi Cigital Beri Keuntungan bagi UMKM

Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

2 Desember 2022 - 20:09 WIB

Wanti-wanti Menkeu: Jangan Sampai Negara Tua, tapi Belum Kaya

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius

2 Desember 2022 - 19:21 WIB

Kekalahan Gugatan Nikel di WTO Dinilai Belum Berdampak Serius
Trending di Berita