Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

hakim agung · 23 Sep 2022 00:51 WIB ·

Belum Ditahan, Hakim Agung Sudrajat Diminta Kooperatif Datang ke KPK


 Belum Ditahan, Hakim Agung Sudrajat Diminta Kooperatif Datang ke KPK Perbesar

CurahMedia.com–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hakim Agung Sudrajat Dimyati dan Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu sebagai dugaan dugaan suap pengurusan perkara di MA. Selain Sudrajat dan Elly, KPK juga menetapkan delapan orang lain sebagai tersangka.

Total terdapat 10 tersangka dalam kasus itu. Di antaranya Desy Yustria (DY) sebagai PNS pada Kepaniteraan MA, Muhajir Habibie (MH) sebagai PNS pada Kepaniteraan MA, PNS MA Redi (RD); dan PNS MA Albasri (AB). Kemudian, Yosep Parera (YP) sebagai pengacara, Eko Suparno (ES) sebagai pengacara, serta dua debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

KPK baru melakukan penahanan terhadap enam tersangka. Empat pihak lainnya, termasuk Hakim Agung Sudrajat Dimyati diimbau untuk kooperatif menyerahkan diri ke KPK.

”Sekarang ada enam tersangka yang sudah kita amankan dan langsung kita tahan. Empat kita perintahkan sebagaimana undang-undang, mereka bisa hadir,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9).

Firli meminta empat tersangka yang belum ditahan yakni Sudrajat, Redi, Ivan Dwi Kusuma, dan Heryanto, untuk kooperatif mendatangi KPK. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan.

”Pasti kalau tidak (kooperatif) kita akan melakukan pencarian dan kita akan melakukan penangkapan,” tegas Firli.

KPK baru melakukan tersingkir terhadap Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera, dan Eko Suparno. Penahanan mereka dilakukan di rumah makan berbeda untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 23 September hingga 12 Oktober 2022.

”Elly Tri Pangestu dan Desy Yustria ditahan di Rutan gedung KPK Merah Putih. Sementara Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera dan Eko Suparno ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat,” ucap Firli.

Dalam konstruksi perkara itu, KPK menduga Hakim Agung Sudrajat Dimyati menerima suap terkait kepengurusan perkara di MA melalui Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu senilai Rp 800 juta. Penerimaan uang itu terlupakan suap terkait upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Permohonan kasasi itu bermula dari proses pengadilan di tingkat pengadilan dan pengadilan tinggi, Heryanto dan Eko belum puas dengan keputusan pada dua pengadilan tersebut sehingga melanjutkan upaya hukum kasasi pada MA. Pada tahun 2022, diajukan pengajuan kasasi oleh Heryanto dan Ivan Dwi dengan masih memercayakan Yosep dan Eko sebagai kuasa hukum.

”Dalam pengurusan kasasi ini, terlupakan YP dan ES melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan Mahkamah Agung yang dinilai mampu menjadi penghubung penghubung hingga fasilitator dengan Majelis Hakim yang nanti bisa mengondisikan putusan sesuai dengan keinginan YP dan ES,” ungkap Firli.

Pegawai MA yang mempersembahkan dan bersepakat dengan Yosep dan Eko yaitu Desy Yustria dengan mempersembahkan sejumlah uang. Desy selanjutnya turut mengajak PNS pada Kepaniteraan MA Muhajir Habibie dan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu untuk ikut serta menjadi penghubung harga ke majelis hakim.

Desy dkk disebut sebagai representasi Sudrajad dan beberapa pihak di MA untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di MA. ”Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES pada majelis hakim yang berasal dari HT (Heryanto Tanaka) dan IDKS (Ivan Dwi),” papar Firli.

Jumlah uang yang diserahkan secara tunai oleh Yosep dan Eko kepada Desy sebesar SGD 202.000 atau senilai Rp 2,2 miliar. Kemudian oleh Desy Yustria membagi lagi, dengan pembagian, Desy menerima sekitar Rp 250 juta, Muhajir Habibie menerima sekitar Rp 850 juta, Elly Tri Pangestu menerima sekitar Rp 100 juta, dan Sudrajad menerima sekitar Rp 800 juta yang penerimaannya melalui Elly Tri.

Dengan hadiah tersebut, putusan yang diharapkan Yosep dan Eko seperti dikabulkan dengan memperkuat putusan kasasi yang sebelumnya menyatakan koperasi simpan pinjam Intidana pailit. ”KPK menduga DY dkk juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di Mahkamah Agung dan hal ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik,” ujar Firli.

Sebagai pemberi suap, Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 atau pasal 6 huruf a Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP . Sedangkan Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri, sebagai penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf c atau pasal 12 huruf a atau b jo pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Redaktur : Latu Ratri Mubyarsah

Wartawan : Muhammad Ridwan

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

1 Desember 2022 - 14:44 WIB

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

1 Desember 2022 - 13:44 WIB

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

1 Desember 2022 - 12:42 WIB

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku

1 Desember 2022 - 11:41 WIB

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku

Tak Ada Pelanggaran HAM Berat pada Tragedi Kanjuruhan

1 Desember 2022 - 10:39 WIB

Tak Ada Pelanggaran HAM Berat pada Tragedi Kanjuruhan

Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Dilaksanakan Besok

1 Desember 2022 - 09:39 WIB

Jadi Calon Tunggal Panglima TNI, Segini Total Harta KSAL Yudo Margono
Trending di calon panglima tni