Menu

Mode Gelap
Duka di Stadion Kanjuruhan, Wagub Riza Patria: Tak Boleh Terulang Anies Baswedan Sebut Polarisasi dalam Politik Tak Hanya Isu Agama

hakim agung · 22 Sep 2022 22:49 WIB ·

KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Suap Hakim Agung dan Kawan-Kawan


 KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Suap Hakim Agung dan Kawan-Kawan Perbesar

CurahMedia.com–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan. Mereka sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di MA.

”Diawali adanya laporan pidana dan gugatan perdata dengan aktivitas dari Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana) di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan HT dan IDKS dengan diwakili melalui kuasa hukumnya, yakni seperti YP dan ES,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dilansir dari Antara di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9) dini hari.

KPK menetapkan total 10 tersangka, sebagai penerima yakni Sudrajad Dimyati (SD), Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY), PNS pada Kepaniteraan MA Muhajir Habibie (MH), PNS MA Redi (RD), dan PNS MA Albasri (AB). Kemudian sebagai pemberi, yaitu Yosep Parera (YP) sebagai pengacara, Eko Suparno (ES) sebagai pengacara pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) Heryanto Tanaka (HT), dan pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Pertama-tama, saat proses persidangan di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, HT dan ES belum puas dengan keputusan pada dua pengadilan tersebut. Sehingga, melanjutkan upaya hukum berikutnya di tingkat kasasi pada MA.

”Pada tahun 2022, diajukan pengajuan kasasi oleh HT dan IDKS dengan masih mempercayakan YP dan ES sebagai kuasa hukumnya,” terang Firli.

Dalam pengurusan kasasi tersebut, lanjut dia, KPK menduga YP dan ES melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan MA. Yaitu yang dinilai mampu menjadi penghubung hingga fasilitator dengan majelis hakim yang nanti bisa mengondisikan putusan sesuai dengan keinginan YP dan ES.

”Adapun pegawai yang menyediakan dan bersepakat dengan YP dan ES, yaitu DY dengan pemberian hadiah,” ungkap Firli.

Selanjutnya, DY turut mengajak MH dan ETP untuk ikut serta menjadi penghubung penilaian uang ke majelis hakim. KPK juga menduga DY dan kawan-kawan sebagai representasi dari SD dan beberapa pihak di MA untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di MA.

Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES pada majelis hakim yang berasal dari HT dan IDKS. ”Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES kepada DY sejumlah 202 ribu dolar Singapura (ekuivalen Rp 2,2 miliar),” papar Firli.

Kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima beberapa nomor Rp 250 juta, MH menerima sekitar Rp 850 juta, ETP menerima sekitar Rp 100 juta, dan SD menerima sekitar Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP.

”Dengan uang tersebut, putusan yang di harapkan YP dan ES terkejut dikabulkan dengan memperkuat putusan kasasi sebelumnya yang menyatakan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) ID (Intidana) pailit,” ujar Firli.

Saat tim KPK melakukan penangkapan tangan, dari DY menemukan dan menemukan uang sekitar 205 ribu dolar Singapura dan adanya uang dari AB sekitar Rp 50 juta.

”KPK menduga DY dan kawan-kawan juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di MA dan hal ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik,” ucap Firli.

Redaktur : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

CURAHMEDIA.COM
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Bupati Bangkalan Tersangka Korupsi Tapi Tak Ditahan, Ini Kata Firli

1 Desember 2022 - 15:45 WIB

Bupati Bangkalan Tersangka Korupsi Tapi Tak Ditahan, Ini Kata Firli

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

1 Desember 2022 - 14:44 WIB

Berikan Opsi Terbaik untuk Pelatihan Mahasiswa, STP Tawarkan Hotel Moxy

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

1 Desember 2022 - 13:44 WIB

Stabil Covid-19, Kemenkes Fokus Penyakit Stroke, Jantung, dan Kanker

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

1 Desember 2022 - 12:42 WIB

Wanda Hamidah Terbawa dengan Akting Sujiwo Tejo

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku

1 Desember 2022 - 11:41 WIB

30 Tahun Mendidik, Bagikan Formula Jitu Kehumasan dalam Sebuah Buku

Tak Ada Pelanggaran HAM Berat pada Tragedi Kanjuruhan

1 Desember 2022 - 10:39 WIB

Tak Ada Pelanggaran HAM Berat pada Tragedi Kanjuruhan
Trending di Nasional